Monday, January 16, 2017

(REVIEW) MAUT DI UDARA

Source: Getscoop

Judul: Maut di Udara
Penulis: Agatha Christie
ISBN: 9789792228892
Tanggal Terbit: November 2013
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 328


Sinopsis

Sementara pesawat mewah Prometheus meluncur
menuju Croydon, Hercule Poirot, dengan matanya yang tajam,
mengamati rekan-rekan seperjalanannya.
Jane Grey yang cantik dan pemalu…
Norman Gale yang penuh perhatian…
Cicely Horbury yang gelisah…
dan si arkeolog muda Jean Dupont, yang dengan gesit
meloncat membunuh lebah yang berdengung
di atas kepala para penumpang.

Tetapi, baru setelah Madame Giselle ditemukan meninggal
di bagian belakang pesawat, Poirot melihat ada lebah lain—
lebah palsu yang sebetulnya adalah duri sumpitan,
dan ujungnya dilumuri racun!




Review

Pesawat Prometheus membawa dua puluh satu penumpang dalam penerbangan dari Paris ke Craydon. Henry Mitchell, sang pramugara senior mendapati salah satu penumpangnya—Marie Angelique Morisor atau yang biasa dikenal dengan Madame Giselle meninggal dengan luka bekas tusukan kecil di lehernya, sesaat sebelum pesawat mendarat di bandara. Madame Giselle merupakan salah seorang rentenir kaya yang paling terkenal di Paris, langganannya kebanyakan dari kalangan atas.

Hercule Poirot yang saat itu juga berada di pesawat, menemukan sebuah duri (anak panah) beracun di lantai kompartemen belakang. Dan, sumpitan yang diduga sebagai alat untuk menembakkan duri tersebut ditemukan tersembunyi di belakang tempat duduknya.

Hasil sidang pemeriksaan menyatakan bahwa Madame Giselle positif meninggal karena racun; dan belum ditemukan bukti-bukti yang kuat untuk menentukan siapakah pelakunya. Trik apakah yang digunakan, sehingga sang pelaku luput dari perhatian para penumpang lain. Bagaimana mungkin sang pelaku melakukan pembunuhan tepat di depan hidung Hercule Poirot, dan ia sama sekali tidak menyadarinya.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Poirot dan pihak kepolisian membawa mereka pada temuan buku catatan milik Madame Giselle yang berisi beberapa petunjuk terselubung, juga fakta-fakta bahwa Madame Giselle pernah memiliki seorang anak perempuan.

Apakah semua itu dapat mengungkap identitas sang pelaku? Atau sebaliknya, apakah sang pelaku malah berhasil mengelabui mereka pada jejak yang salah? Saya bagi sedikit bocoran buat pembaca, petunjuknya ada di dalam daftar barang-barang milik penumpang. Agatha Christie menyelipkan sebuah nasihat untuk para wanita agar jangan terlalu mudah percaya dengan pria yang baru dikenal, apalagi hanya karena penampilan luarnya yang memikat.

Selamat menganalisis!


Quotes:

“Satu pertanyaan yang diulang-ulang. Apa yang mereka harapkan? Bahwa cepat atau lambat orang akan capek menjawab yang sebenarnya lalu berbohong?“ (Hal 144)

“Itu wajar—sangat wajar. Polisi? Kata yang selalu menakutkan bagi masyarakat kelas itu. Memberi mereka suatu perasaan tertentu yang mereka sendiri tidak tahu apa.” (Hal 147)

“Kalau ada seseorang pria yang mengejarmu, pasti nanti ada lagi yang mengikuti. Seperti hukum alam. Kadang-kadang ada tiga atau empat.” (Hal 184)

“Ah, sungguh luar biasa bagaimana kadang-kadang keadaan memaksa orang melakukan apa yang ingin dilakukannya.” (Hal 266)

“Ada sebuah titik balik dalam kehidupan setiap orang, M. Poirot. Orang sampai di sebuah persimpangan jalan dan harus menentukan pilihannya.” (Hal. 286)

“Orang ini suka membuat kesulitan. Ia suka membuat hal yang sekarang sangat mudah dan sederhana jadi kelihatan sulit. Ia tak bisa menerima sebuah pemecahan yang gampang tanpa berpura-pura bahwa sebetulnya itu cocok dengan gagasannya yang mula-mula.” (Hal 297)

“Dan seperti kebanyakan pembunuh, menarik bagi wanita.” (Hal 324)


❤❤❤❤❤

0 komentar:

Post a Comment

All comments will be moderated, please write your feedback politely. Opinions, suggestions, criticisms are welcomed. I would really appreciate any of your responses, thank you ヾ(*゚ー゚)

 

Wonderland Template edited by Ayu